Tetap Semangat Walaupun Ditindas

loading...

Menurut saya, menjaga api itu sama artinya dengan tetap semangat. Karena semangat itu ibaratkan api yang mudah padam karena berbagai hal. Namun kita bisa menjaga api supaya tetap berkobar.

Saya sangat bersyukur karena berhasil menjaga api sejak kecil hingga sekarang. Saat saya menginjak Sekolah Dasar, saya selalu diejek teman karena cadel. Saya terus ditindas oleh semua teman karena saya dianggap orang yang paling lemah. Namun, saya sadar bahwa kekuatan saya yang sebenarnya berada di otak saya. Saya menjaga api dengan terus belajar dan membaca. Hal itu membuat saya selalu mendapatkan peringkat pertama atau kedua di kelas. Itu adalah hal yang membanggakan dan membuat saya terus bersyukur.

Saat SMP, masalah utama saya adalah gebetan. Saat SMP saya tidak pernah punya pacar sementara teman-teman yang lain sudah beberapa kali pacaran. Saya terlalu terpaku pada satu gadis pada saat itu. Seorang gadis yang tidak mungkin saya miliki. Walaupun seringkali saya patah hati, saya tetap menjaga api. Saya tetap belajar dan semangat saya tidak pernah turun. Saya mengenal blog sejak kelas 2 SMP. Kemudian saya selalu mencurahkan hati saya melalui blog tersebut. Saya tetap bersyukur karena seluruh warga sekolah mau menerima kekurangan saya.

Saat SMA, saya mengalami masalah di bidang prestasi. Saya tidak pernah mempunyai prestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik. Satu-satunya kemampuan yang saya miliki hanyalah menulis di blog. Banyak teman yang menertawakan saya, namun saya tetap menjaga api dengan menulis di blog. Pada akhirnya saya berhasil mendapatkan uang dari blog tersebut yang sangat cukup untuk biaya sekolah dan uang jajan. Penghasilan yang rutin didapat setiap bulan dan terus meningkat itu sudah bisa dikatakan luar biasa untuk remaja yang baru berusia 17 tahun. Dengan penghasilan itu saya bisa membantu meringankan beban orangtua yang semakin berat.

Saya selalu bersyukur karena berhasil menjaga api. Kalau tidak, mungkin saya hanya menjadi manusia yang sama seperti kebanyakan manusia lainnya.

loading...

No comments:

Post a Comment