Mengapa Bahasa Indonesia Mirip Bahasa Melayu?

loading...

Mengapa Bahasa Indonesia Mirip Bahasa MelayuPernahkah Anda menyaksikan kartun animasi Upin-Ipin atau Boboi Boy? Kartun itu memang berasal dari Malaysia. Namun, tahukah Anda bahwa kartun tersebut menggunakan Bahasa Melayu? Memang terlihat seperti menggunakan Bahasa Indonesia dengan logat Melayu. Namun memang itulah kenyataannya, Bahasa Indonesia memang mirip dengan Bahasa Melayu karena berasal dari rumpun bahasa yang sama yaitu bahasa Austronesia. Lalu, mengapa Bahasa Indonesia mirip dengan Bahasa Melayu? Langsung saja kita simak selengkapnya.

Indonesia adalah negara yang terdiri dari ratusan suku dan etnis yang berbeda-beda. Tentu saja setiap suku memiliki bahasanya mereka sendiri. Untuk menyatukan seluruh bangsa tersebut memang cukup sulit. Dibutuhkan suatu lingua franca (bahasa ibu) yang dapat diterima oleh semua suku sehingga rasa persatuan dan kesatuan akan tumbuh dengan sendirinya.

Para pendiri bangsa Indonesia sudah menyadari akan kebutuhan bahasa ibu sebagai pemersatu bangsa. Mereka berpikir jika menggunakan bahasa dari suku tertentu atau suku mayoritas sebagai pondasi Bahasa Indonesia, pasti akan ditolak oleh suku lain karena mereka akan merasa dijajah dengan suku mayoritas tersebut. Itulah alasan mengapa bahasa Jawa tidak digunakan sebagai bahasa ibu walaupun bahasa tersebut adalah bahasa mayoritas.

Lalu, mengapa bahasa Melayu yang dijadikan pondasi Bahasa Indonesia? Pada tahun 1931, Belanda melakukan survei bahasa yang hasilnya bahwa bahasa Melayu hanya dituturkan oleh 500.000 orang yang tersebar di seluruh nusantara. Walaupun sedikit, tetapi penutur bahasa Melayu tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Contohnya Melayu Loloan di Bali, Melayu Amenan di NTB, Melayu Larantuka di NTT, Melayu Ambon di Maluku, Melayu Papua di Papua, Melayu Betawi di Jawa, dan berbagai bahasa Melayu di pulau Sumatera dan Kalimantan. Selain itu, bahasa Melayu juga digunakan di bangsa lain seperti Malaysia, Brunei Darusalam, dan Singapura sehingga dapat mempermudah hubungan bilateral antar negara di Asia Tenggara. Berbeda dengan bahasa Jawa yang penuturnya hanya tersebar di pulau Jawa saja.

Karena bahasa Melayu di berbagai daerah sudah sangat beragam dengan berbagai dialek dan pengaruh dari luar. Maka para pendiri bangsa harus menggunakan salah satu bahasa Melayu di suatu daerah. Dan bahasa Melayu Riau dipilih sebagai bahasa persatuan Republik Indonesia. Penggunaannya ditetapkan pada Kongres Nasional Kedua di Jakarta. Sedangkan nama “Bahasa Indonesia” pertama kali digunakan dalam Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Bahasa Riau dipilih karena:

  1. Suku Melayu berasal dari Riau.
  2. Sultan Malaka yang terakhir lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis.
  3. Bahasa Melayu Riau paling sedikit terkena pengaruh misalnya bahasa Tionghoa Hokkien, Tio Ciu, Ke, ataupun bahasa lainnya.

Itulah mengapa Bahasa Indonesia mirip Bahasa Melayu karena Bahasa Melayu merupakan pondasi dari Bahasa Indonesia. Namun terdapat sedikit perbedaan dialek dan arti kata karena beda bangsa dan beda penjajah. Bahasa Melayu di Malaysia lebih banyak dipengaruhi oleh Bahasa Inggris dan Bahasa Tionghoa. Sedangkan Bahasa Indonesia lebih dipengaruhi oleh Bahasa Belanda dan Bahasa Portugis.


Sumber:

  1. Majalah Dikbud, Edisi 06, Th IV, November 2013.
  2. Alek A & Achmad. 2010. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kencana.


Semoga bermanfaat, Tetap Semangat! | Catatan Harian

loading...

2 comments: