Tentang Orang Kaya dan Miskin

loading...

Tentang Orang Kaya dan MiskinSelama ini banyak orang yang mendefinisikan orang kaya sebagai orang yang memiliki barang mewah sementara orang miskin adalah orang yang hidupnya sangat pas-pasan. Namun sebenarnya pengertian itu tidak bisa diterima karena pengertian tersebut tidak ada batasannya. Tidak mungkin kan kaya dan miskin itu ada satuannya. Satu lagi, pengertian tersebut tidak adil dan cenderung menjelek-jelekan orang yang hidupnya berkecukupan. Dan pengertian ini menjadi bahan ejekan bagi orang-orang kaya terhadap orang miskin.

Saya mencoba untuk meluruskan kembali pengertian kaya dan miskin. Menurut saya, orang kaya itu adalah siapapun yang sudah merasa puas dengan apa yang dia miliki sehingga dia sejahtera dan bahagia dengan apa yang dia miliki. Sedangkan orang miskin itu adalah siapapun yang hidupnya tidak pernah puas. Walaupun dia telah mempunyai mobil tetapi dia menginginkan sebuah sport car, tetap saja dia termasuk orang miskin karena dia tidak akan pernah bahagia walaupun dia telah memiliki sebuah mobil yang harganya cukup mahal. Sedangkan ada seseorang yang hanya memiliki sepeda tetapi dia sudah bersyukur dan bahagia, itu baru namanya orang kaya.

Hal ini terbukti dengan pengertian ‘kaya’ di KBBI. Menurut KBBI, kaya adalah memiliki harta, berkecukupan. Sementara pengertian ‘miskin’ menurut KBBI adalah orang yang serba kekurangan. Jadi, sebanyak apapun harta yang kita miliki tetapi merasa kekurangan, maka kita adalah orang yang miskin.

Kaya dan miskin itu pengertiannya sangat luas, tidak hanya di materi saja tetapi dalam hati juga ada kekayaan. Hati yang kaya itu adalah hati yang bahagia. Saya punya cerita tentang seorang anak yang sangat kaya. Dia selalu diantar jemput oleh supirnya dengan kendaraan mewah, rumahnya mewah dan besar, dia telah memiliki segalanya di rumahnya, di rumahnya ada banyak pembantu, sementara orangtuanya seringkali keluar kota untuk urusan bisnis, bahkan orangtuanya datang saat anaknya tidur dan pergi saat anaknya belum bangun, kakaknya juga sedang sibuk kuliah. Suatu hari, dia melihat seorang anak miskin yang pulang sekolah dijemput ibunya dan sesampainya di rumah, anak itu berkumpul bersama keluarganya di sebuah rumah yang sangat sederhana. Mereka tampak bahagia dan gembira sampai membuat si anak kaya ini sangat ingin keluarganya demikian. Kemudian si anak kaya ini rela tidak tidur sampai orangtuanya datang untuk diajak bicara. Si anak kaya berkata, “Pa, aku ingin diantar jemput mama dan aku ingin seluruh anggota keluarga ikut makan malam bersama” tetapi ayahnya tidak bisa memenuhi permintaan anaknya karena kesibukan keluarganya dan malah menawarkan benda materi, “maaf nak, keluarga kita berbeda dengan keluarga mereka. Lagipula semuanya sudah kamu punya di rumah ini. Kalau ada yang kurang, papa beliin. Mau komputer? HP terbaru? atau mau mobilnya diganti sama yang lebih bagus? Semuanya pasti papa beliin nak”. Tetapi anaknya tetap ingin berkumpul dengan keluarganya, “pa, aku memang punya semuanya. Tapi cuma satu yang tidak aku punya yaitu keluarga!” kemudian anak itu pergi ke kamarnya sambil menangis.

Nah, dari cerita itu bisa kita ambil hikmahnya bahwa orang yang kaya materi itu belum tentu bahagia. Bahkan banyak orang yang akhirnya stress karena kekayaan materinya itu malah membuat hidupnya menjadi semakin sulit. Orang yang kaya materi itu biasanya mempunyai urusan bisnis yang sangat sibuk dan gengsi sehingga mereka tidak luput dari hutang. Berbeda dengan orang yang berkecukupan namun masih bisa berkumpul bersama keluarga dan hidupnya juga tidak akan rumit.


Semoga bermanfaat, Tetap Semangat! | Catatan Harian

loading...

No comments:

Post a Comment