Ulas Buku: Jurus Jitu Membangun Merek untuk UKM

loading...

Jurus Jitu Membangun Merek untuk UKMSebelumnya saya telah membahas buku tentang cara menulis kalimat iklan yang baik dan benar. Kali ini saya masih membahas buku tentang bisnis. Tetapi kali ini tentang cara membangun merek untuk UKM (Usaha Kecil Menengah). Untuk membangun merek memang tidak mudah, apalagi bagi UKM yang pada umumnya bermodal rendah. Nah, buku ini sangat menarik karena memberikan tips tentang bagaimana cara membangun merek tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal. Inilah yang saya dapatkan dari buku tersebut. Langsung saja kita simak selengkapnya…..

Membangun merek yang baik adalah dengan membangun persepsi baik dari konsumen atau calon konsumen. Tantangan kita adalah bagaimana caranya supaya setiap orang yang sedang membutuhkan produk yang kita buat, orang tersebut langsung mengingat merek Anda. Misalnya saat Anda berpikir untuk mobil, Anda langsung memikirkan kata “Toyota” atau “Suzuki”.

Merek adalah pembeda kita dengan pesaing. Jadi, jangan sampai kita membuat merek yang justru identik dengan merek pesaing. Konsumen tidak akan melihat keunggulan Anda dan bahkan menganggap Anda adalah plagiat. Buatlah merek yang unik dan berbeda dengan pesaing walaupun produk Anda sama dengan pesaing. Hal yang menjadi pembeda dari merek adalah font, slogan, nama merek, bentuk, dan warna.

Usahakan untuk membuat logo yang berbentuk gambar. Karena orang akan lebih mudah mengingat gambar daripada tulisan. Bahkan balita sekalipun. Misalnya, setiap orang pasti sudah mengenal logo KFC. Logo berlatar merah dan berisi gambar seorang kakek itu sudah menjadi ciri khas yang menunjukkan identitas restoran cepat saji tersebut.

Kebanyakan orang membeli produk dengan hanya melihat mereknya walaupun tidak berkualitas. Mereka menganggap bahwa produk berkualitas adalah produk yang dikemas dengan bagus atau produk tersebut banyak digunakan. Jadi, kualitas bukanlah hal yang terpenting. Namun, jangan coba-coba untuk menipu konsumen. Karena sekali konsumen merasa tertipu, maka dia tidak akan pernah kembali ke produk Anda lagi.

Merek juga harus disesuaikan dengan produk atau toko Anda. Jika merek produk Anda identik dengan warna biru, maka sebaiknya buatlah suasana menjadi lebih “biru” pada produk ataupun toko Anda. Sesuaikan juga dengan produk Anda. Misalnya, bedakan restoran dengan kafe. Kafe menjanjikan tempat hiburan dan kenyamanan. Sedangkan restoran menjanjikan kecepatan, makanan enak, dan perut kenyang. Jadi, jangan sampai Anda membuat kafe yang identik dengan restoran. Begitu juga dengan sebaliknya.

Gunakan satu merek untuk satu produk Anda. Jangan sampai bercabang. Sangat susah untuk mengembangkan satu merek untuk semua. Misalnya, jika produk Anda adalah jasa potong rambut, maka berilah nama merek yang berbeda jika Anda ingin membangun usaha donat. Johny Andrean dan J.Co adalah contohnya. Mereka beda merek, beda produk, tetapi pendirinya sama. Jika seandainya merek kedua produk itu sama, mungkin Anda akan merasa jijik makan donat yang mereknya sama dengan usaha potong rambut.


Anda bisa request artikel tentang apa saja, kirimkan request Anda ke hedisasrawan@gmail.com

Semoga bermanfaat, Tetap Semangat! | Catatan Harian

loading...

No comments:

Post a Comment