Mario Teguh Golden Ways: Super 12

loading...

Mario Teguh Golden WaysSekarang saya akan mengulas kembali acara Mario Teguh Golden Ways edisi Jumat, 23 November 2012. Kali ini temanya ’Super 12’ yang memang disiapkan spesial untuk menyambut ulang tahun MetroTV yang ke-12. Saya akan memberikan poin-poin yang mampu saya simak dalam acara ini. Saya akan menggunakan gaya bahasa dan pemikiran saya sendiri dan mungkin kurang akurat. Langsung saja kita simak selengkapnya…..

Mario Teguh hadir untuk menyambut hari ulang tahun MetroTV yang ke-12. Dalam acara ini, Mario Teguh akan memberikan 12 poin hidup yang sangat penting.

Tidak banyak orang berdiri gagah untuk memperjuangkan dirinya. Malah banyak orang yang berdiri gagah untuk bertengkar. Disini Mario Teguh akan memberikan bagaimana caranya supaya hari esok hidup Anda makin cemerlang.

2 dasar dari pertumbuhan apapun: Ikhlas, yaitu menerima dari Tuhan apa adanya. Pantaskanlah diri untuk menerima ‘hadiah’ dari Tuhan. Dan bersyukur, yaitu menerima yang dimiliki sekarang dan menganggapnya yang terbaik. Terimalah segala sesuatu sebagai pemberian Tuhan yang Maha Penyayang. Apa yang Anda miliki akan tumbuh kalau kita menumbuhkan diri.

Apa yang Anda miliki akan tumbuh kalau kita menumbuhkan diri.

Berdoa dan berupaya. Banyak orang yang rejekinya kurang, berdoa diperbanyak tetapi upaya tidak diperbanyak pula. Kita selalu berpikir bahwa Tuhan akan memberi kita lebih jika kita banyak berdoa. Berdoa menunjukkan diri bahwa kita adalah orang beriman. Berupaya adalah perealisasi keinginan. Banyak orang mengeluh karena rejekinya kurang dan menyalah-nyalahkan Tuhan. Lalu malaikat bertanya, “upayamu mana?”. Jangan kurangi berdoa dan tingkatkan upaya.

Banyak orang yang selalu merasa bersalah. Berlakulah seperti orang yang sudah dimaafkan. Bukan untuk membuat kesalahan baru. Namun, untuk memantaskan diri untuk menerima rejeki. Paling polos adalah orang yang tidak merasa apa-apa. Pernahkah Anda memiliki teman yang prinsipnya ‘selama bisa meminjam, jangan membeli’? Itulah salah satu contohnya.

Orang yang menghadapkan wajahnya kepada Tuhan dapat melihat semua kebaikan orang yang menghadapkan pada keburukan maka dia melihat hal yang buruk dalam hidupnya.

Berprasangka baik dan berlaku amanah. Berprasangka baik. Mana lebih baik, mengira orang tidak baik padahal baik atau mengira orang baik padahal baik. Berprasangka baik itu baik padahal terkadang salah. Karena berprasangka baik akan membalikkan keadaan. “Orang yang hatinya tidak membencimu, badannya tidak akan menyerangmu”. Itu berarti berprasangka baik berarti berbuat baik terlebih dahulu. Untuk jahatnya itu urusan nanti. Jadilah sebaik-baiknya jiwa.

Jika Anda berprasangka baik kepada Tuhan. Maka Beliau akan menyimpan yang baik untuk Anda. Jadilah pribadi yang baik. Karena pria yang baik untuk wanita yang baik, dan sebaliknya. Jadi, jika wanita itu menolak cinta Anda. Maka dia tidak cukup baik untuk Anda.

Orang yang hatinya tidak membencimu, maka badannya tidak akan menyerangmu.

Rejeki tidak ditentukan Tuhan berdasarkan jumlahnya. Melainkan caranya. Jika Anda menguntungkan banyak orang, maka keuntungannya juga banyak. Jangan batasi kebaikan yang Anda lakukan karena itu akan membatasi kebesaran Anda. Jika kebaikan Anda terbatas, tapi setidaknya keburukan Anda dikurangi.

Tuhan selalu membuat sesuatu secara berpasangan. Jadi, setiap ada kegagalan pasti ada kesuksesan. Tetapi jika hanya gagal dan gagal terus gimana? Jika gagal terus, maka ‘kuota’ gagal Anda akan habis dan hanya kesuksesan saja yang tersisa. Jadikanlah Tuhan sebagai sahabat Anda di saat susah dan senang karena Tuhan Maha Dekat.

Orang yang berprasangka baik, maka harapannya baik.

Rejeki tidak ditentukan Tuhan berdasarkan jumlahnya. Melainkan caranya.

If i can see it, i can do it. Siapa orang yang mau menjadi berhasil di masa depan? Maka jangan rusaki kesehatan Anda saat ini.

Kita sering disiksa dengan prasangka buruk kita terhadap orang lain.

Lebih baik menangis karena luka-luka saat berupaya mencapai sukses daripada menangis karena rasa penyesalan dan rasa mengeluh. Kalau kita menangis, menangislah. Menangislah untuk menunjukkan tanda bersyukur kita kepada Tuhan.

Menangislah dan menangislah sebagai wujud rasa syukur kita kepada Tuhan.

Bagaimana kita harus bersikap ketika kalah dan bagaimana kita harus bersikap ketika menang. Sabar saat kalah dan rendah hati saat menang. Orang yang amanah gagah sekali.

Cara supaya pasangan tidak ngebohongin kita? Banyak yang tahu pasangannya punya bakat berbohong dan tidak setia tetapi memaksa untuk menikah. Kenapa? Dia berharap orang lain berubah padahal dia sulit berubah. Orang yang sulit berubah berharap orang yang tidak setia berubah. Hidup masih panjang. Yang sudah menikah saja bisa lari apalagi yang belum menikah.

Setiap waktu akan ada kesempatan. Hal itu bagaikan jendela yang menarik Anda untuk membuat Anda melompat. Itu kesempatan atau gangguan? Jangan menyepelekan semua yang Anda miliki dan jangan juga menyepelekan kesempatan yang ada.

Sabarlah saat kalah dan rendah hatilah saat menang.

Hanya berharap kepada Tuhan. Hidup untuk kebaikan sesama.

I never work for the number. I work for be the best. And then the numbers is coming to me. Saya tidak pernah bekerja untuk angka. Saya bekerja untuk menjadi yang terbaik. Kemudian angka itu akan datang kepada saya.

Tidak ada orang yang menghalangi kita. Kenapa Anda menghiraukan orang yang menghalangi Anda padahal dia bukanlah penentu hidup Anda. Orang yang melakukan keburukan maka yang didapat adalah keburukan. Orang yang diburukan maka yang didapat tergantung reaksinya.

Melihat kebesaran dalam hal-hal kecil. Padahal hal-hal yang kecil paling sering ditemukan dalam hidup kita (Baca: Bagaikan komponen komputer). Rahasia dari semua petarung hebat adalah melihat gagang pedang bukan ujungnya.

12 sikap yang dilakukan dengan teratur. Jika ke dua belas ini dilakukan. Mungkin akan sulit sekali. Kehidupan kita mulai dari yang baik. Hati harus dipelihara. Jangan bergaul dengan orang yang keji. Bergaulah dengan orang-orang yang mengupayakan kebaikan. Di dalam kebaikan, ada rejeki baik.


Semoga bermanfaat, Tetap Semangat! | Artikel Motivasi
loading...

No comments:

Post a Comment

close