Cara Berfikir Orang Jepang

orang JepangOrang Jepang terkenal dengan cara berpikirnya. Cara berfikirnya yang dinamis dan santai membuat negara itu menjadi negara maju. Mereka suka damai dan bekerja keras. Mereka tidak mengeluh dengan kondisi negaranya apalagi setelah Perang Dunia 2 berakhir. Mereka tetap berfikir positif dalam kondisi apapun. Bagaimana cara berfikir orang Jepang? Langsung saja kita simak selengkapnya…..

Orang Jepang itu inovatif. Walaupun mereka bukan bangsa penemu, mereka bisa membuat hasil penemuan negara lain menjadi lebih inovatif. Seperti saat Sony, perusahaan elektronik asal Jepang itu membuat sebuah gadget yang inovatif seperti Walkman. Mereka mengadopsi iPod buatan Apple di Amerika Serikat.

Orang Jepang tidak pernah memikirkan hasil. Mereka hanya berfikir bagaimana caranya supaya hasil kerjanya berkualitas dan cepat selesai. Karena besar gaji orang Jepang ditentukan berdasarkan kecepatan dan kualitas hasil kerjanya. Makanya mereka selalu bekerja lembur untuk menghasilkan lebih banyak lagi supaya mereka mendapat gaji lebih besar lagi.

Mengapa mereka dituntut untuk mendapatkan gaji besar? Ada dua hal yang membuat mereka merasa terdesak. Yaitu satu, karena taraf hidup di Jepang sangat tinggi. Dua, karena ada musim dingin sehingga mereka tidak bisa bekerja saat musim dingin. Jadi mereka bekerja keras supaya mereka bisa mempersiapkan bekal makanan atau tinggal di daerah tropis saat musim dingin.

Mereka tidak pernah melakukan sesuatu yang terlihat tidak berguna. Seperti perkelahian antar kelompok. Mereka berpikir, lebih baik melakukan sesuatu yang lebih berguna daripada merusuh. Mereka mungkin berpikir demikian karena mereka sempat kalah saat Perang Dunia 2 yang membuat negaranya sempat hancur.

Bagaimana dengan cara berfikir kita?

Tetap Semangat! | Artikel Motivasi

8 komentar:

  1. gw kutip kata2 ini "Karena besar gaji orang Jepang ditentukan berdasarkan kecepatan dan kualitas hasil kerjanya. Makanya mereka selalu bekerja lembur untuk menghasilkan lebih banyak lagi supaya mereka mendapat gaji lebih besar lagi."

    itu di Jepang ya, ibaratnya menghargai hasil kerja orang yg bekerja smp lewat dari jam kerja walaupun 1 detik,,,

    di Indonesia juga di hargai dengan nama LOYALITAS yg arti sesungguhnya adalah memanfaatkan pekerja tersebut tanpa di bayar,

    betul atau tidak kata2 gw di atas ?? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kalo itu sih namanya 'perbudakan' mas. Tapi ada juga sih yg begitu :D yaa memang etos kerja di Indonesia beda dengan Jepang. Di Indonesia jarang diperhatikan hasil kerjanya. Yang penting dia hadir dan 'kerja'.

      Makasii atas pemikiran Anda :)

      Hapus
    2. tuh kan, agan aja menamakannya "perbudakan"

      gw pernah coba kerja di perusahaan bokap gw, perusahaan Maintenance listrik gitu...
      itu sumpah surga banget deh, lewat 1 detik dari jam kerja aja diitung lembur, jadi tiap hari otomatis kita lembur kan kl pulang lewat dr jam kerja...
      dan lemburannya pun g kecil, itu lah bedanya perusahaan Jepang dan Indo :)

      yg penting itu kl disini hadir, ga telat, disiplin lah dan menuntut loyalitas, tapi kl kita minta loyalitas dari atasan pasti taulah jawabannya :)

      iiaa dsni yg berkuasa sih yg menang hahaha

      Hapus
    3. apa perusahaan ayah ('bokap' itu 'ayah' kan?) Anda berada di Jepang atau di Indonesia? Yang Anda maksud itu perusahaan di Jepang atau di Indonesia? :)

      Wah kalo gitu sih, para pekerja di sana bisa ga pulang2 biar dapet banyak uang lembur :D tapi cara itu bagus juga untuk meningkatkan semangat kerja karyawan dan meningkatkan kecintaan karyawan terhadap perusahaan :)

      Hapus
  2. di Indo, di cikarang...
    di Indonesia lah hahaha

    iia mksd mereka itu mungkin "menghargai" tenaga karyawannya kan
    beda sm dsni, di manfaatkan saja demi keuntungan sendiri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali. Memang ada perusahaan yang bertekad untuk mensejahterakan karyawannya, ada juga yang kurang memperhatikan karyawannya demi pengembangan perusahaannya, dan bahkan ada orang yang serakah mengambil keuntungan perusahaan untuk kepentingan sendiri tanpa memperhatikan karyawannya...

      Sebaiknya sebuah perusahaan itu tetap memperhatikan kesejahteraan karyawannya disamping kesejahteraan pribadi dan tetap berusaha untuk mengembangkan perusahaannya :)

      Hapus
  3. tapi sulit ya, bedanya negara maju dan berkembang terasa sangat disini...

    haha...

    manajemen di sini aneh kl gw blg, intinya yg kaya makin kaya, yg susah makin susah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang sangat terasa bedanya, terutama pola pikirnya :) masyarakat negara berkembang cenderung konsumtif dan kurang menghargai produk dalam negeri sehingga sangat susah bikin sebuah produk asli Indonesia supaya mendunia :(

      memang seperti itu di negara berkembang. Mungkin itu disebabkan inflasi yang tidak diimbangi dengan peningkatan gaji karyawan (seperti kenaikan harga BBM dan dampaknya) menyebabkan semakin turunnya daya beli apalagi ditambah sifat yang makin konsumtif. Sementara para 'bos' bisa meningkatkan harga jual, sehingga pendapatannya tetap bahkan semakin meningkat. Orang kaya juga banyak modal sehingga gampang berbisnis dan semakin kaya...

      Hapus