Tugas: Pengertian Kelangkaan

1. Pengertian Kelangkaan

Kelangkaan adalah kondisi di mana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan semua kebutuhan kita. Dengan singkat kata kelangkaan terjadi karena jumlah kebutuhan lebih banyak dari jumlah barang dan jasa yang tersedia. Kelangkaan bukan berarti segalanya sulit diperoleh atau ditemukan. Kelangkaan juga dapat diartikan alat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan jumlahnya tidak seimbang dengan kebutuhan yang harus dipenuhi. Kelangkaan mengandung dua pengertian:

  1. Alat pemenuhan kebutuhan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.
  2. Untuk mendapatkan alat pemuas kebutuhan memerlukan pengorbanan yang lain.

Masalah kelangkaan selalu dihadapi merupakan masalah bagaimana seseorang dapat memenuhi kebutuhan yang banyak dan beraneka ragam dengan alat pemuas yang terbatas. Dalam menghadapi masalah kelangkaan, ilmu ekonomi berperan penting karena masal ekonomi yang sebenarnya adalah bagaimana kita mampu menyeimbangkan antara keinginan yang tidak terbatas dan alat pemuas kebutuhan yang terbatas. Apabila suatu sumber daya dapat digunakan untuk menghasilkan suatu alat pemuas kebutuhan dalam jumlah tidak terbatas, maka sumber daya tersebut dikatakan tidak mengalami kelangkaan.

2. Manfaat Hutan

Hutan memiliki manfaat yang sangat banyak. Hutan tidak hanya bermanfaat bagi hewan sebagai rumahnya saja. Tetapi manusia juga memanfaatkan hutan. Hutan memiliki manfaat yang langsung maupun tidak langsung bagi kehidupan manusia, seperti yang dikemukakan sebagai berikut.

Manfaat langsung

  1. Sumber bahan/konstruksi bangunan (rumah, jembatan, kapal, perahu, bantalan
    kereta api, tiang listrik, plywood, particle board, panel-panel dll).
  2. Sumber bahan pembuatan perabot rumah (meubel, ukiran, piring, senduk,
    mangkok dll).
  3. Sumber bahan pangan (sagu, umbian, sayuran, dll).
  4. Sumber protein (madu, daging, sarang burung, dll).
  5. Sumber pendukung fasilitas pendidikan (pinsil dan kertas).
  6. Sumber bahan bakar (kayu api, arang dll).
  7. Sumber oksigen (pernapasan manusia, respirasi hewan)
  8. Sumber pendapatan (penjualan hasil hutan kayu dan non kayu)
  9. Sumber obat-abatan (daun, kulit, getah, buah/biji)
  10. Habitat satwa (makan, minum, main, tidur)

Manfaat tidak langsung

  1. Pengatur sistem tata air (debit air, erosi, banjir, kekeringan)
  2. Kontrol pola iklim (suhu, kelembaban, penguapan)
  3. Kontrol pemanasan bumi
  4. Ekowisata (rekreasi, berburu, camping dll)
  5. Laboratorium plasma nutfah (taman nasional, kebun raya dll)
  6. Pusat pendidikan dan penelitian
  7. Sumber bahan pendukung industri-industri kimia (pewarna, terpen, kosmetik,
    obat-obatan, tekstil dll)

3. Apakah Hutan dapat Dikategorikan Langka?

Memang saat ini di Indonesia, hutan belum dikategorikan langka. Namun angka kerusakan hutan di Indonesia sangat tinggi, yaitu sekitar 1,8 juta hektar per tahun. Kerusakan hutan ini umumnya disebabkan oleh penebangan hutan dan pembakaran hutan secara ilegal untuk diambil kayunya atau dijadikan lahan.

Bahkan jika kita melihat data yang dikeluarkan oleh State of the World’s Forests 2007 yang dikeluarkan The UN Food & Agriculture Organization (FAO), angka kerusakan hutan di Indonesia pada periode 2000-2005 adalah mencapai 1,8 juta hektar/tahun. Laju kerusakan hutan di Indonesia ini membuat Guiness Book of The Record memberikan ‘gelar kehormatan’ bagi Indonesia sebagai negara dengan daya rusak hutan tercepat di dunia.

Dari total luas hutan di Indonesia yang mencapai 180 juta hektar, menurut Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (Menteri Kehutanan sebelumnya menyebutkan angka 135 juta hektar) sebanyak 21 persen atau setara dengan 26 juta hektar telah dijarah total sehingga tidak memiliki tegakan pohon lagi. Artinya, 26 juta hektar hutan di Indonesia telah musnah. Dan dengan jumlah hutan di Indonesia yang tersisa sekitar 154 juta hektar. Berarti dalam waktu kurang dari 85 tahun lagi hutan di Indonesia akan menjadi langka.

Sikap para penebang hutan ilegal yang tidak memperhatikan lingkungan dan tidak pernah melakukan reboisasi yang membuat hutan di Indonesia terus berkurang. Hal inilah yang dikhawatirkan akan menimbulkan hutan menjadi langka di Indonesia.


Semoga bermanfaat,

Tetap Semangat! | Catatan Harian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar