Hidup Diumpamakan Sebagai Sebuah Pensil

Bagaimana ya jika hidup itu diumpamakan seperti sebuah pensil? Saya menemukan perumpamaanya dari sebuah blog, artikel pendek ini jika anda pahami dan hayati akan sangat menyentuh dan menyadarkan anda.

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
"Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? Atau tentang aku?" Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, "Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai." "Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar si nenek lagi.
Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. "Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini." "Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini." Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil. Langsung saja kita simak yang pertama:

Memilih Teman, Memilih Masa Depan

Memilih teman sama halnya dengan memilih masa depan. Memilih teman sama dengan memilih perilaku/sikap. Memilih teman sama dengan memilih kualitas hidup. Oleh karena itu, di jaman yang penuh persaingan ini kita harus lebih cerdas dalam memilih teman. Jika anda memilih teman yang suka mabuk karena minuman keras, pecandu narkoba/rokok, suka mencuri dan merusak (vandalisme) dengan tidak sadar anda juga akan berlaku demikian dan akhirnya akan membuat masa depan anda menjadi hancur/gelap.

Ada baiknya anda berteman dengan orang-orang yang lebih pintar/berbakat sesuai dengan anda. Karena anda akan merasa bahwa anda jauh lebih tertinggal daripada teman-teman kita dan kita termotivasi dengan hal itu untuk Tetap Semangat! dalam mengejar ketertinggalan. Jika anda berteman dengan orang yang pemalas/bodoh, anda akan merasa bahwa diri anda adalah yang paling pintar/rajin dibandingkan dengan yang lain dan akhirnya kita tidak punya semangat untuk terus maju karena merasa sudah maju.

5 Hal Yang Bikin Kita Malas Belajar

Yang namanya belajar diapa-apain juga kalah sama kartun, acara favorit, dan mall. Baru nyerah deh kalo besoknya ada ulangan. Tapi jangan salah, ada yang nyante aja, berangkat sekolah pagi-pagi ‘sekali’ untuk cari posisi, beres. Atau, nulis contekan ‘pake kaca pembesar’ (soalnya tulisannya kecil sekali Open-mouthed smile).

Anyway! Walaupun begitu masih lebih banyak kok di antara kita yang merasa kalo belajar itu harus dan perlu. Nah, di bawah ini ada lima hal yang mungkin membuat anda malas untuk belajar. Langsung saja kita simak yang pertama:

3 Harapan Yang Sering Diucapkan Dalam Doa Saya

Apa anda rajin berdoa? Apa yang anda katakan di doa anda? Terkadang sebagian orang berdoa (sembahyang dalam agama Hindu) untuk meminta keselamatan, mendapatkan rejeki, dan mengabulkan keinginannya. Tapi ada juga yang berdoa tidak mengucapkan apa-apa (diem aja cuma ikut-ikutan temen) mungkin karena dia tidak tahu apa mantram sembahyangnya atau tidak tahu apa yang dia inginkan. Sebaiknya jika kita tidak hafal (paham) mantramnya ucapkan aja semua keinginanmu dalam bahasamu sendiri (tahukah anda? Tuhan bisa mengerti setiap kata yang anda ucapkan dan apa maksudnya).

Kalau saya, apa harapan/keinginan yang sering bahkan selalu saya ucapkan (biasanya di dalam hati) dalam setiap doa saya? Biasanya saya mengucapkan (saya pakai bahasa saya sendiri supaya bisa lebih dimengerti oleh anda) setiap saat berangkat ke sekolah dan di Padmasana sekolah: “Tuhan, Aku ingin agar selamat selama di sekolah, sukses mengikuti pelajaran dan berteman, dan saya ingin lebih akrab dan dekat dengan (maaf, nama disensor) dan semua teman-teman saya di IXA”. Dengan membaca kalimat doa itu berarti saya mencucapkan 3 harapan di doa tersebut. Apa saja dan mengapa saya berharap begitu? Untuk mengetahuinya, langsung saja kita simak yang pertama:

Yang Ter’baik’ Pasti Menang! 2

Ini adalah artikel Yang Ter’baik’ Pasti Menang! Versi ke-2 ku. Yang versi pertama telah dihapus karena telah melanggar peraturan isi artikel di HdS. Mohon maaf ya… Smile

Nah, kenapa saya berani mengatakan yang ter’baik’ pasti menang? Maksud saya adalah yang paling baik (pertemanan/hasil kerja) pasti akan menang (sukses). Pasti saja karena saya berperinsip juga bahwa Punya Banyak Teman = Punya Banyak Peluang untuk sukses. Mengapa demikian? Jika dilogikan begini: Karena Punya Banyak Teman = Punya Banyak Peluang maka kita harus mencari teman sebanyak-banyaknya dan karena saya juga berperinsip bahwa Yang Ter’baik’ Pasti Menang! Maka kita harus berbuat baik dan ramah dengan semua teman-teman kita.