Apa Alasan Seseorang Mengklasifikasi Makhluk Hidup?

Apa tujuan melakukan klasifikasi makhluk hidup? Seperti yang kita ketahui bahwa makhluk hidup di dunia ini sangat beragam, baik jenis maupun spesiesnya. Sama seperti buku-buku di perpustakaan yang digolongkan supaya lebih mudah dicari, makhluk hidup juga harus diklasifikasi supaya lebih mudah diketahui asal usulnya. Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi disebut taksonomi.

Baca juga: 3 Tahapan Klasifikasi Makhluk Hidup

Apa Alasan Seseorang Mengklasifikasi Makhluk Hidup

Tujuan klasifikasi makhluk hidup untuk mengelompokkan makhluk hidup, mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup, menyederhanakan objek studi/penelitian, mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup, dan membantu memberi nama makhluk hidup. Jadi, klasifikasi makhluk hidup dilakukan untuk mempermudah seseorang mengenali dan mempelajari makhluk hidup.


Anda bisa request artikel tentang apa saja, kirimkan request Anda ke hedisasrawan@gmail.com

Iri Itu Perlu, Tapi Gak Gitu Juga Keleuss…

Semua ciptaan Tuhan itu ada gunanya, termasuk rasa iri. Gak percaya? Ya saya juga tidak pada awalnya. Namun Tuhan ciptain rasa iri untuk membuat kita semakin bersemangat untuk menjadi yang lebih baik lagi, bukannya malah menjatuhkan orang lain. Sekarang kembali lagi ke diri kita sendiri, mau kita apakan rasa iri tersebut. Namun banyak orang Indonesia yang justru membunuh atau menjatuhkan orang lain yang telah berhasil, bahkan saudaranya sendiri dibegitukan. Iri itu perlu, tapi gak gitu juga keleuss…

Baca juga: Tentang Menang dan Kalah

kenikmatan syukur

 

5 Susunan Anatomis Jaringan Permanen

Jaringan permanen adalah jaringan yang telah mengalami diferensiasi dari sel-sel jaringan meristem untuk mendukung fungsi sel tertentu. Jaringan permanen sering juga disebut jaringan dewasa. Jaringan ini tidak dapat berkembang tetapi fungsinya sudah dapat dibedakan. Untuk mengetahui susunan anatomis jaringan permanen, kita harus mengetahui jenisnya. Karena setiap jenis memiliki susunan anatomi yang berbeda. Jaringan permanen terdiri dari beberapa jenis yaitu jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan gabus. Berikut adalah susunan anatomis jaringan permanen. Langsung saja kita simak yang pertama:

Baca juga: Jaringan Dewasa (Materi Lengkap)

5 Susunan Anatomis Jaringan Permanen

10 Faktor yang Mempengaruhi Asia Timur Lebih Maju dari Asia Tenggara dan Asia Selatan

Seperti yang telah kita ketahui bahwa kawasan Asia Timur jauh lebih maju daripada Asia Tenggara dan Asia Selatan. Padahal kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan sangat potensial untuk dimajukan. Baik karena kekayaan alamnya dan populasinya. Namun kenapa negara-negara seperti Jepang, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Macau, dan Tiongkok yang lebih maju? Berikut adalah faktor yang mempengaruhi kenapa Asia Timur lebih maju daripada Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Timur Tengah. Harap diperhatikan bahwa saya tidak bermaksud rasis dalam artikel ini. Langsung saja kita simak yang pertama:

10 Faktor yang Mempengaruhi Asia Timur Lebih Maju dari Asia Tenggara dan Asia Selatan

 

Retina (Artikel Lengkap)

Retina adalah jaringan berupa lapisan dalam pada mata yang peka terhadap cahaya. Mata membuat gambar dari dunia visual pada retina melalui kornea dan lensa. Fungsinya mirip dengan film pada kamera. Rangsangan cahaya pada retina memicu timbulnya impuls saraf dan dikirim ke pusat penglihatan di otak melalui serat-serat saraf optik. Sebuah retina dapat digunakan sebagai metode identifikasi biometrik.

Dalam perkembangan embrio vertebrata, retina dan saraf optik berasal dari pengembangan otak, sehingga retina dianggap sebagai bagian dari sistem saraf pusat (SSP) dan jaringan otak. Ini adalah satu-satunya bagian SSP yang dapat divisualisasikan.retina

Struktur retina berlapis dengan beberapa lapisan neuron yang dihubungkan oleh sinapsis. Satu-satunya neuron yang sensitif terhadap cahaya secara langsung adalah sel fotoreseptor. Sel tersebut utamanya terdiri dari dua jenis yaitu batang dan kerucut. Yang berbentuk batang berfungsi untuk menerima cahaya redup dan memberikan citra hitam-putih, sedangkan yang berbentuk kerucut mendukung citra pada siang hari dan persepsi warna. Sedangkan jenis yang ketiga yang lebih jarang yaitu sel ganglion intrinsik fotosensitif, penting untuk respon refleksif pada siang hari yang cerah.

Sinyal saraf dari sel berbentuk batang dan kerucut diolah oleh neuron lain dari retina. Output mengambil potensial aksi di sel ganglion retina dimana akson membentuk saraf optik.