13 Macam Gerak pada Tumbuhan Beserta Contoh Penjelasan Lengkap

loading...

Gerak pada tumbuhan adalah suatu respon terhadap rangsangan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar tumbuhan tersebut. Salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak. Gerakan disebabkan oleh adanya rangsangan. Tumbuhan, meskipun tampak seperti makhluk mati, mereka juga bergerak. Namun tumbuhan memiliki cara tersendiri untuk bergerak. Gerak pada tumbuhan menjadi bukti adanya iritabilitas (peka terhadap rangsangan) pada tumbuhan. Berikut adalah macam-macam gerak pada tumbuhan beserta contoh. 13 gerak terdiri dari 5 gerak nasti, 7 gerak tropisme, dan 1 gerak taksis. Langsung saja kita simak yang pertama:

Baca juga: Jaringan Tumbuhan (Materi Ringkasan)

Gerak pada Tumbuhan

1. Nasti

Gerak nasti adalah gerak pada tumbuhan sebagai respon terhadap rangsangan, namun tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Gerakan ini bisa disebabkan oleh perubahan turgor pada jaringan di tulang daun. Berdasarkan perangsangnya, gerak nasti dibedakan menjadi beberapa macam yakni:

  1. Seismonasti (tigmonasti) adalah gerak nasti yang dirangsang oleh sentuhan. Contoh seismonasti adalah gerak menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) ketika disentuh.
  2. Niktinasti, adalah gerak nasti yang dirangsang oleh gelap. Hal itu menyebabkan terjadinya “gerak tidur” contohnya pada daun kacang polong pada malam hari, dan terbuka kembali pada siang hari.
  3. Termonasti, adalah gerak nasti yang dirangsang oleh suhu. Contoh termonasti adalah bunga tulip yang mekar saat suhu meningkat. Mekarnya bunga tulip karena adanya pertumbuhan jaringan bawah yang meningkat namun jaringan bagian atas tetap.
  4. Fotonasti, adalah gerak nasti yang dirangsang oleh intensitas cahaya. Contoh fotonasti adalah mekarnya bunga Mirabilis jalapa pada sore hari saat terkena sinar matahari.
  5. Nasti Kompleks, adalah gerak nasti yang dirangsang oleh lebih dari satu rangsangan. Contoh nasti kompleks adalah gerak membuka dan menutup stomata.

2. Tropisme

Tropisme adalah fenomena biologis yang ditandai dengan pertumbuhan atau perubahan pergerakan tumbuhan menuju arah datangnya rangsangan sebagai respon terhadap stimulus lingkungan. Hal ini berlawanan dengan gerak nasti yang tidak dipengaruhi arah datangnya rangsangan. Berdasarkan jenis perangsangnya, gerak tropisme dibedakan menjadi beberapa macam yaitu:

  1. Geotropisme, adalah pertumbuhan bagian tanaman sebagai respon terhadap gaya gravitasi. Contoh geotropisme negatif adalah pertumbuhan tunas ke atas, sedangkan contoh geotropisme positif adalah pertumbuhan akar yang menurun.
  2. Fototropisme, adalah pertumbuhan bagian tanaman sebagai respon terhadap cahaya yang datang beserta arahnya. Contoh fototropisme adalah gerakan batang menuju sumber cahaya matahari.
  3. Tigmotropisme, adalah gerakan bagian tumbuhan sebagai respon terhadap sentuhan. Contoh tigmotropisme adalah tumbuhan pemanjat (memiliki sulur) seperti anggur, ubi jalar, melon, dll.
  4. Hidrotropisme, adalah respon pertumbuhan tanaman dimana arah pertumbuhannya ditentukan oleh stimulus atau gradien konsentrasi air. Contoh hidrotropisme adalah akar tanaman yang selalu mencari sumber air.
  5. Termotropisme, adalah pergerakan tanaman sebagai respon terhadap perubahan suhu. Contoh termotropisme adalah daun rhodendron yang menjadi keriting sebagai respon terhadap suhu dingin.
  6. Kemotropisme, adalah pertumbuhan tumbuhan yang dinavigasi oleh rangsangan kimia dari luar tumbuhan tersebut. Contoh kemotropisme adalah pada perubahan bunga menjadi buah.
  7. Reotropisme, adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh aliran air. Contoh reotropisme adalah eceng gondok dan terumbu karang.

3. Taksis

Gerak taksis adalah pergerakan tumbuhan sebagai respon terhadap stimulus. Perbedaan dengan tropisme adalah pada gerak taksis seluruh tubuh tumbuhan akan bergerak dan arahnya ditentukan oleh arah rangsangan. Gerak taksis umumnya dilakukan oleh organisme tingkat rendah. Berdasarkan rangsangannya, berikut adalah beberapa macam gerak taksis:

  1. Fototaksis, adalah gerak keseluruhan bagian tumbuhan menuju atau menjauh dari rangsangan cahaya. Tujuannya supaya menerima cahaya secara efisien untuk fotosintesis. Contoh gerak fototaksis adalah pada Euglena yang bergerak menuju cahaya.

Anda bisa request artikel apa saja melalui hedisasrawan@gmail.com atau langsung saja lewat komentar dibawah :)

loading...

No comments:

Post a Comment

close