Batuan Beku Dalam (Artikel Lengkap)

Batuan beku dalam (batuan intrusif atau plutonik) adalah batuan yang terbentuk ketika magma yang mendingin dikelilingi batuan yang sudah ada sebelumnya, perlahan mengalami kristalisasi dan memadat di perut bumi. Contoh batuan beku dalam adalah diorite, gabbro, granite, pegmatite, dan peridotit. Umumnya berwarna terang dan kasar serta berukuran beberapa kilometer. Ketika magma membeku di dalam kerak bumi, magma akan mendingin perlahan dan membentuk batuan bertekstur kasar seperti granit, gabro, dan diorit.

Batuan beku dalam

1. Ciri-Ciri Batuan Beku Dalam

Batuan beku dalam yang mengkristal dari pendinginan magma di bawah permukaan bumi disebut pluton. Jika plutonnya berukuran besar, bisa disebut batolit atau stock. Batuan beku dalam ditandai dengan ukuran kristal yang besar sejalan dengan magma yang mendingin di perut bumi.

Pendinginan bisa berlangsung cepat atau lambat, namun umumnya lebih lambat dibandingkan magma di permukaan, sehingga kristal yang lebih besar dapat terbentuk. Jika magma mengalir paralel di permukaan batu disebut sill. Jika intrusi membuat batuan naik membentuk kubah disebut lakolit.

Intrusi tidak mengalir saat membeku, oleh karenanya tidak membentuk garis. Gas yang terkandung di dalamnya tidak bisa lepas melalui lapisan tebal, sehingga membentuk rongga yang seringkali bisa diamati.

Mineral masing-masing telah terbentuk dalam urutan yang pasti dan memiliki periode kristalisasi yang mungkin sangat berbeda dilihat dari tumpang tindih periode pembentukan beberapa bahan lain. Kristal sebelumnya berasal pada saat sebagian besar batuan masih cair. Kristal selanjutnya berbentuk kurang teratur karena terpaksa menempati ruang yang tersisa di antara kristal yang sudah terbentuk.

2. Proses Pembentukan Batuan Beku Dalam

Batuan beku dalam terbentuk di dalam kerak bumi dari kristalisasi magma. Magma perlahan terdorong dari dalam ke dalam retakan atau ruang yang dapat dimasukinya, terkadang mendorong batu lain. Prosesnya bisa memakan waktu jutaan tahun. Saat magma perlahan mendingin menjadi padat, bagian magma yang berbeda mengkristal menjadi batuan.

3. Perbedaan Batuan Intrusif dan Batuan Plutonik

Magma berukuran besar yang memadat di bawah tanah sebelum mencapai permukaan kerak bumi disebut batuan plutonik. Batuan plutonik membentuk 7% permukaan bumi saat ini. Batuan beku intrusif merupakan batuan beku dalam pada umumnya. Batuan plutonik merupakan nama lain dari batuan intrusif. Istilah plutonik berasal dari dewa perut bumi, Pluto. Penggunaan istilah tersebut berasal dari awal ilmu geologi pada akhir abad ke-18 tentang teori plutonisme (atau vulkanisme) yang diperdebatkan, dan neptunisme mengenai asal mula basalt.

4. Contoh Batuan Beku Dalam

Berikut adalah beberapa contoh batuan beku dalam:

  1. Batuan pegmatite, adalah suatu endapan dari batuan beku yang biasanya bersifat granitic dan memiliki ukuran kristal yang sangat kasar yakni lebih dari 2,5 cm. Pegmatit terbentuk pada tahap kristalisasi akhir dengan kandungan air yang cukup tinggi dan pertumbuhan kristal yang relatif cepat pada bagian atas suatu kompleks struktur. Pegmatite terdapat pada batuan berumur archean sampai kenozoik.
  2. Batuan diorite, adalah batuan yang mengandung sedikit kalsium plagnioklas feldspar dengan mineral berwarna terang dan hornblende berwarna hitam. Batuan diorite tidak mengandung atau sangat sedikit mengandung mineral kuarsa.
  3. Batuan granite, adalah batuan beku yang terbentuk dari magma cair yang didinginkan secara perlahan dalam periode waktu tertentu. Ciri-ciri granit adalah berwarna gelap, sangat keras, tahan gores, dan tahan lama. Pori-pori granit lebih sedikit dibandingkan batuan berwarna terang. Granit memiliki corak yang dipengaruhi oleh mineral yang terkandung di dalamnya seperti kuarsa, felsdar, dan mika.
  4. Batuan gabbro, adalah batuan berbutir kasar yang tersusun atas mineral utama plagioklas, feldspar, dan pyroxene. Batuan ini memiliki ukuran kristal lebih dari 1 mm dengan mineral penyusunnya berwarna terang. Batuan gabro terbentuk dari magma yang bersifat basa dan membeku pada kedalaman dangkal.
  5. Batuan peridotit, adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magma ultra basa pada kedalaman jauh di bawah permukaan bumi. Ciri utamanya adalah ukuran kristal yang besar dan berwarna gelap agak kehijauan karena mayoritas mengandung mineral olivin.

5. Struktur Batuan Beku Dalam

Batuan beku di dalam gunung berapi

Berdasarkan kedudukannya terhadap lapisan batuan yang diterobosnya, struktur batuan beku intrusif dapat dibagi menjadi dua bagian utama yaitu konkordan dan diskordan.

5.1. Konkordan

Konkordan adalah tubuh batuan beku intrusif yang sejajar dengan perlapisan batuan di sekitarnya. Berikut adalah bentuk-bentuk konkordan:

  1. Sill, adalah batuan beku yang terbentuk karena penyusupan magma diantara lapisan batuan dan membentuk lapisan magma yang tipis.
  2. Laccolith, adalah batuan beku yang terbentuk karena adanya penyusupan magma diantara dua lapisan batuan di bawah permukaan bumi. Penyusupan magma ini membuat lapisan di atasnya terangkat sehingga membentuk cembung namun di bawahnya tetap datar.
  3. Lapolith, adalah batuan beku yang merupakan kebalikan dari lakolit yakni yang mencembung adalah lapisan bawahnya. Sedangkan lapisan atas tetap datar.
  4. Paccolith, adalah batuan beku yang menempati sinklin atau antiklin yang telah terbentuk sebelumnya. Ketebalannya antara ratusan hingga ribuan kilometer.

5.2. Diskordan

Diskordan adalah tubuh batuan yang mempunyai hubungan struktur yang memotong (tidak sejajar) dengan batuan induk yang diterobosnya. Berikut adalah bentuk-bentuk diskordian:

  1. Dyke, adalah batuan beku yang memotong lapisan batu lainnya dan berbentuk memanjang. Ketebalannya mulai dari beberapa sentimeter hingga ratusan kilometer.
  2. Batolith, adalah batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma sebagai akibat dari penurunan suhu yang sangat lambat.
  3. Stock, adalah batuan yang mirip batolit namun dengan dimensi lebih kecil yakni kurang dari 10 km2.

Referensi:

  1. Penjelasan mengenai diskordan dan conkordan ore body (Badan Bijih) reguller dan Ireguller.Skarn Deposit.himpunan mineral alterasi dan sistem hidrotermal (cobett & Leach, 1996) (http://atmantokukuh.blogspot.co.id/2012/11/penjelasan-mengenai-diskordan-dan.html)
  2. BENTUK KOKORDAN DAN DISKORDAN (http://ftvsimp.blogspot.co.id/2012/11/bentuk-kokordan-dan-diskordan.html)
  3. Endapan Pegmatit (https://ceritageologi.wordpress.com/2012/12/15/endapan-pegmatit/)
  4. Diorite (http://asmatigma-batuan-beku.blogspot.co.id/2009/01/diorite.html)
  5. GENESA GABRO (http://infoserbaguna.blogspot.co.id/2013/01/genesagabro-dan-deskripsinya-pengenalan.html)
  6. Peridotit (http://yusufprdpt.blogspot.co.id/2014/05/peridotit.html)
  7. Sill (http://bapakpengertian.blogspot.co.id/2015/05/Pengertian-Batuan-Beku-Sill-Adalah.html)
  8. BATUAN BEKU INTRUSIF (https://theotherofmyself.wordpress.com/2012/05/31/batuan-beku-intrusif/)
  9. INTRUSI MAGMA (https://poetrafic.wordpress.com/2010/08/15/intrusi-magma/)
  10. BATUAN BEKU INTRUSIF (http://geoenviron.blogspot.co.id/2012/10/batuan-beku-intrusif.html)

Anda bisa request artikel apa saja melalui hedisasrawan@merahputih.id atau langsung saja lewat komentar dibawah :)

loading...

No comments:

Post a Comment

close